Wabup Pimpin Upacara Hardiknas

MUARASABAK- Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur Robby Nahliasnyah pimpin upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di lapangan Kantor Bupati, Kamis (2/5). Dalam sambutan Menteri Pendidikan Nasional yang dibacakannya, Wabup menekankan pada proses  belajar yang pada hakikatnya adalah momentum terjadinya perubahan tingkah laku menuju ke kedewasaan. Terbentuknya warga negara yang  demokratis merupakan  tujuan pendidikan nasional kita. Undang - Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 13 menyebutkan tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, adalah hal yang lumrah, dalam kontestasi demokrasi selalu meninggalkan jejak - jejak residual yang  bisa  menimbulkan keretakan  bahkan perpecahan. Dalam momentum seperti ini tanggung jawab nasional kita dipertaruhkan. Tanggung jawab untuk  selalu menjaga aset vital bangsa yang tak ternilai harganya, yaitu semangat kerukunan,  persaudaraan, dan persatuan.

‘’Tangga 2 Mei merupakan diambil dari hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara, Tokoh pahlawan nasional sekaligus Bapak Pendidikan Nasional. Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Pengasih memberi kedudukan yang mulia kepada beliau dan para pahlawan, khususnya para pejuang pendidikan yang telah mendahului kita. Amin,’’ harap Wabup.

Selanjutnya, Wabup mengatakan Bangsa Indonesia baru saja berhasil  melewati tahap  puncak perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak pada hari Rabu 17 April 2019 yang lalu. Kini prosesnya masih berlanjut menuju penentuan akhir tanggal 22 Mei 2019.  Dilihat dari  sudut pandang pendidikan, di dalam Pemilihan Umum harus terjadi proses  pembelajaran  bagi setiap warga negara. Sebagaimana telah disampaikan oleh Presiden RI Ir. Jokowidodo dalam  banyak kesempatan, perhatian pemerintah saat ini mulai bergeser dari pembangunan infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia.

‘’Disini kekuatan sektor  pendidikan dan kebudayaan menemukan urgensinya. Terkait dengan itulah, tema Hari Pendidikan Nasional tahun 2019  adalah  ‘’Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan’’. Tema ini mencerminkan pesan penting Ki Hajar Dewantara terkait hubungan erat pendidikan dan kebudayaan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang syarat nilai dan pengalaman kebudayaan  guna membingkai hadirnya sumberdaya-sumberdaya manusia yang berkualitas, demi terwujudnya Indonesia yang berkemajuan,’’ bebernya.

Dalam perspektif Kemendikbud pembangunan sumber daya manusia, menekankan dua penguatan yaitu pendidikan karakter dan penyiapan generasi terdidik yang terampil dan cakap dalam memasuki dunia kerja. Dalam pendidikan karakter dimaksudkan untuk membentuk insan berakhlak mulia,  sopan santun, tanggung jawab, serta budi pekerti  yang luhur. Sementara ikhtiar membekali ketrampilan dan kecakapan disertai pula dengan penanaman jiwa kewirausahaan. Tentu, semua itu membutuhkan profesionalitas kinerja segenap pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan di tingkat pusat dan daerah.

Peradaban dunia berkembang secepat deret ukur, jelas Wabup, sementara dunia pendidikan bergerak seperti deret hitung. Hadirnya Revolusi Industri telah mempengaruhi cara kita hidup, bekerja, dan belajar.  Perkembangan teknologi  yang semakin canggih, dapat mempengaruhi cara  berpikir, berperilaku, dan karakter peserta didik. Peserta didik harus memiliki karakter dan jati diri bangsa di tengah perubahan global yang bergerak cepat.

‘’Saat ini peserta didik kita didominasi Generasi Z yang terlahir di era digital dan  pesatnya teknologi. Mereka lebih mudah dan cepat menyerap teknologi terbaru. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh sekolah dan para guru untuk menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital dengan sentuhan budaya Indonesia melalui tri pusat pendidikan: keluarga, sekolah, dan masyarakat,’’ katanya.