Jadi Sumber Mutasi Corona, Ini Bedanya Cerpelai dengan Musang

Jumat, 13 November 2020 | 00:00:00 WIB | Dibaca: 14 Kali


Mutasi Corona dari cerpelai. (Foto: Getty Images/iStockphoto/kimberrywood)

Jakarta - Baru-baru ini heboh mutasi Corona dari cerpelai yang disebut WHO berada di 6 negara. Bermula dari laporan di Denmark, laporan mutasi Corona dari cerpelai juga ditemukan di Amerika Serikat, Italia, Belanda, Spanyol, dan Swedia.

Menurut Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME), Prof Amin Soebandrio, mutasi Corona dari cerpelai hingga saat ini hanya sebatas kekhawatiran. Bahkan mutasi Corona dari cerpelai jenisnya berbeda dengan musang di Indonesia.

Bagaimana sih perbedaan cerpelai dengan musang? Berikut rangkumannya, dikutip detikcom dari berbagai sumber.

1. Sama-sama hewan mamalia karnivora

Baik cerpelai atau musang adalah anggota keluarga hewan mustelidae. Mereka merupakan hewan mamalia karnivora. Sama-sama memiliki kelenjar aroma anal yang melepaskan zat apak, digunakan hewan untuk pertahanan atau tanda teritorial.

Musang, cerpelai, dan mustelidae lainnya berbeda dalam ukuran, habitat, dan makanan tetapi semuanya adalah karnivora, sebagian besar hewan agresif.

2. Ukurannya berbeda

Cerpelai lebih besar dan lebih berat daripada spesies musang lainnya seperti musang ekor panjang, musang ekor pendek. Cerpelai adalah mamalia panjang dan ramping dengan leher yang panjang dan kaki yang pendek.

Bulu jantan dewasa cerpelai memiliki berat hingga 3,5 pon atau setara 1,5 kg dan panjang 20 hingga 30 inci atau 76 sentimeter.

Bulu betina dewasa berukuran dua pertiga dari ukuran jantan. Mereka tumbuh sepanjang 16 hingga 21 inci atau hingga 53 sentimeter dan berat 1,5 hingga 2 pound atau hampir 1 kg.

Sementara itu, ukuran musang jantan dewasa berkisar dari 3 ons atau 0,08 kg dan panjang kurang dari 10 inci atau 25,4 sentimeter. Musang betina memiliki berat dari 1 ons atau 0,02 kg dan panjang 6 sampai 14 inci atau 35 sentimeter, tergantung spesiesnya.

3. Bulu dan penampilan

Cerpelai adalah mamalia ramping dengan hidung runcing, kaki pendek, dan sebagian kaki berselaput. Sementara musang memiliki kaki pendek dan moncong panjang tetapi mereka tak berselaput.

Beberapa hewan musang memiliki ekor yang panjang dan yang lainnya adapula yang memiliki ekor pendek. Ekor panjang cerpelai biasanya lebat dan bulu mereka lembut, tebal. Tidak seperti musang, bulu cerpelai tidak berubah warna.

4. Cara berburu

Musang menyerang dan terkadang membunuh mangsa yang jauh lebih besar dari dirinya, seperti kelinci, tupai, tikus, woodchucks, anak babi, ayam, dan ular. Mereka juga memakan burung, telur, serangga, dan hewan pengerat kecil.

Sementara cerpelai adalah predator agresif, mereka sudah pasti mampu menyerang dan membunuh hewan yang lebih besar dari mereka, seperti kelinci dan burung besar. Makanan mereka termasuk hewan pengerat, telur, burung, katak, ikan, dan udang karang.

 
 

Setelah membunuh mangsa, cerpelai membawa makanan ke sarang soliter untuk dimakan atau disimpan untuk dimakan nantinya. Garis pantai batang cerpelai, tepi sungai, dan lahan basah, berburu kapan pun mangsa tersedia.

 

Sumber : https://health.detik.com

Komentar Facebook