Inovasi dan Teknologi Solusi Kebangkitan UMKM di Tengah Pandemi

Rabu, 18 November 2020 | 00:00:00 WIB | Dibaca: 7 Kali



Pandemi Covid-19 berdampak ke segala sektor, salah satunya sektor ekonomi. Hal ini dirasakan secara signifikan oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Menurunnya daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19 juga sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha UMKM. Krisis ekonomi yang dialami UMKM tanpa disadari dapat menjadi ancaman bagi perekonomian nasional. 

Pembinaan dan bantuan untuk pelaku UMKM di masa pandemi menjadi perhatian banyak sektor terutama lembaga pemerintah. Dalam rangka meningkatkan kontribusi dan peran LIPI khususnya dalam membina dan membantu para pelaku UMKM, LIPI menggelar webinar dengan tema “Inovasi dan Teknologi Solusi Kebangkitan UMKM di Tengah Pandemi” pada Rabu (11/11).

Kepala LIPI Laksana Tri Handoko dalam sambutannya mengatakan bahwa tidak dapat dipungkiri dampak pandemi Covid 19 terlihat nyata pada para wiraswasta, usahawan, terutama yang berada pada level usaha kecil dan menengah. Sehingga inisiatif untuk menyelenggarakan webinar ini tentu sangat baik. Menurutnya, ini sesuai dengan tugas dan fungsi LIPI sebagai lembaga riset terbesar dan terkuat di negara ini juga penghasil inovasi dan lisensi terbanyak. “Sudah banyak inovasi yang dimanfaatkan melalui mekanisme lisensi kepada para pelaku usaha yang berasal dari berbagai tingkatan. Lisensi dari LIPI tidak selalu harus ada royaltinya”, tambahnya.

Handoko menyatakan, kondisi pandemi ini menuntut kita untuk kreatif, begitu pun dengan UMKM melakukan bisnis dengan metode baru bukan konvensional lagi. “Banyak orang enggan keluar rumah, sehingga harus dicari cara atau metode baru baik proses produksi maupun cara penjualannya sehingga bisa mengembalikan omset para pelaku UMKM. Untuk melakukan cara dan metode baru itulah LIPI ada,” paparnya. “LIPI siap membantu dengan berbagai inovasi yang sudah dimiliki dan sesuai kebutuhan masyarakat khususnya pelaku UMKM,” tegasnya.

Rofik Hananto DPR RI Komisi VII, berbagi pengalaman selama mendampingi Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Purbalingga kala itu yang sangat mendukung pelaku UMKM untuk meraih pasar lebih baik minimal naik kelas sedikit demi sedikit yaitu dengan menaikkan omzet setiap bulan dan memiliki aset yang semakin bertambah. “Daya dukung dirasakan betul dan berpengaruh sekali dalam kemajuan UMKM agar dapat mengakses pasar lebih luas, meningkatkan kualitas produk, meningkatkan kuantitas produk, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ulasnya.

Rofik menceritakan, beberapa waktu lalu UMKM Purbalingga bekerja sama dengan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) melakukan program IPTEKDA LIPI. Ia mengungkapkan, begitu banyak inovasi teknologi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. “Satu masalah yang dominan yang dimiliki para UMKM adalah teknologi tepat guna dan inovasi teknologi yang bisa membantu mereka agar dapat bergerak lebih cepat, kualitas lebih bagus, dan terjaminnya kuantitas produksi mereka ketika mendapatkan pesanan cukup banyak,” paparnya. “Temuan-temuan teknologi baik  inovasi teknologi, dan teknologi tepat yang dibutuhkan UMKM ada di LIPI. “ tambahya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Pusat Pemanfaatan dan Inovasi IPTEK LIPI sekaligus Plt. Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Yan Rianto, memperkenalkan tugas dan fungsi Pusat Pemanfaatan dan Inovasi IPTEK (PPII) serta fasilitasi bagi UMKM binaan PPII. Ia menjelaskan, PPII LIPI membantu bukan dalam bentuk pendanaan tetapi dalam bentuk teknologi, pendampingan, dan pelatihan. PPII LIPI terletak di Cibinong Science Center (CSC) Cibinong Jawa Barat yang merupakan kawasan riset LIPI memiliki luasnya 190 ha lebih. Di sini terdapat pula berbagai macam pusat penelitian khususnya terkait dengan bidang ilmu hayati.

Pelaku UMKM, Indra Wawan Mai Anggoro mengatakan bahwa untuk mengatasi masalah yang dihadapi UMKM pada saat pandemi adalah dengan melakukan pivot bisnis. “Pivot bisnis yaitu merubah arah dan strategi bisnis dengan pertimbagan market, tanpa merubah visi, seperti menggunakan kemasan (botol dan kaleng), penjualan online dan strategi jejaring, retail, meningkatkan omzet serta keuntungan,” jelasnya. Kemudian, ia melanjutkan, melakukan inovasi, dengan teknologi pengolahan dan pengemasan produk yang tepat untuk memperluas wilayah penjualan dan memundurkan periode kadaluarsa. “Mencari value added sebanyak-banyaknya untuk meningkatkan daya jual produk dengan tetap menyesuaikan kondisi masyarakat,” pungkas Indra.  (sti/sn, ed:yl, drs)
 
 
 
 
 
 
Sumber : Humas LIPI

              lipi.go.id

Sivitas Terkait : Dr. Laksana Tri Handoko M.Sc.

Komentar Facebook